Giring Opini 1 (Tentang Organisasi)
Ditulisan
ini gua ingin berpendapat masalah organisasi. Gua adalah tipikal orang yang
gabisa diem dirumah jadi udah dari sd ikut organisasi, kaya pramuka, dokcil,
pencak silat, dan sampe sekarang kuliah pun masih ikut organisasi kaya
himpunan, BEM, dan lain-lain. Perbedaan ikut organisasi sd, smp, sma sama
kuliah adalah perbedaan cara requitmentnya. Kalo pas sd, smp, sma daftar
organisasi atau eskul ya daftar aja, tinggal isi form terus pasti diterima.
Tapi kalo pas dikuliah cukup ketat proses requitmentnya. Pertama harus ngisi
form dulu kadang ada yang online dan ada yang ga online bahkan ada yang
dua-duanya. Terus lu bakal ada yang namanya screening atau wawancara gitu
(mungkin ditiap tempat beda namanya) terus mungkin ada yang beberapa organisasi
yang ngadain tes kepribadian atau tes lainnya tergantung kebutuhan organisasi
itu. terus baru deh pengumuman dan yang ngebedain adalah ga semua orang bisa
diterima.
Nah,
pas disini ada yang seneng bisa keterima, ada yang biasa aja, ada juga yang
sedih. Ada yang menganggap kalau yang diterima adalah orang-orang yang deket
sama pengurusnya. Ada juga yang menganggap kalau yang ga diterima itu orang
minoritas. Ada yang ngerasa dirinya lebih baik daipada orang lain yang keterima
tapi malah dia sendiri ga keterima. Dan masih “ada” banyak lagi orang-orang
yang merasa ga adil sama hasilnya.
Menurut
gua, disini orang yang ngerasa dirinya minoritas di organisasi makanya dia ga
keterima adalah sesuatu yang salah. Dan baru kali ini juga sih denger kata
minoritas dan mayoritas ada di organisasi. Mungkin gua yang kurang paham arti
dari mayo dan mino ini atau mungkin pengertiannya telah diperluas. Sebetulnya
mayoritas dan minoritas diorganisasi adalah masalah presepsi setiap orang aja.
Orang itu berarti telah mengkotak-kotakan diri dia pribadi dan oranglain untuk
masuk golongan yang mana. Jadi menurut gua agak kurang pantes aja sih
menggunakan kata mayoritas dan minoritas di organisasi. Terus kalo yang deket
pengurus itu diterima dan yang gadeket itu ditolak… apa iya bener begitu ? kalo
menurut gua pribadi pengurus sendiri udah punya kualifikasi buat milih orang
yang pantas diterima di organisasi tersebut. Dan gua rasa pengurus juga pasti
berusaha seobjektif mungkin dalam proses seleksi (tidak memungkinkan kalo
terjadi bias). Pasti pengurus juga ingin yang terbaik buat organisasinya,
makanya berusaha memilih yang terbaik. Jadi berusaha lah menjauhkan pikiran
negative seperti itu.
Terus
kalo ada yang ngerasa dirinya lebih baik tapi gaketerima, dan ngerasa ada orang
lain yang dibawah dia (kurang baik) tapi malah keterima… ahh itu si namanya
kamu telah sombong dan telah merendahkan kemampuan orang lain. Jangan iri shay
hehe, emang bersyukur itu susah tapi apa salahnya ngubah sudut pandang kita kalo
mungkin emang bukan dengan cara ikut organisasi “A” kita dapat ngembangin
kemampuan kita (softskill). Masih banyak organisasi yang ada buat ngembangin
softskill kita baik organisasi internal dan eksternal.
Yang
terakhir mau ngingetin aja buat siapapun, menurut gua dalam organisasi itu yang
dibutuhin bukan Cuma skill aja, tapi lebih dari itu, seperti attitude,
karakter/sifat, kemauan, komitmen, dan loyalitas.
Sekian,
terimakasih telah membaca dan semoga bermanfaat J
Comments
Post a Comment